PASKIBRA


Ekstrakurikuler Paskibra
 SMAN 12 BEKASI
 
 
 
 
 
 
 
  • Pengertian Paskibra


Paskibra merupakan suatu organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang baris berbaris.
Walaupun bergerak di bidang baris berbaris, namun tidak melulu di bidang itu saja. Lebih daripada itu semua, Paskibra merupakan sebuah wadah “kawah candradimuka” bagi para siswa yang ingin menggembleng rasa kedisiplinan dan rasa nasionalisme.
Disinilah, para siswa bisa merasakan kehidupan “Semi Militer”. Namun walaupun bersifat semi militer, tidak semuanya di lakukan dengan cara-cara militer. Ada kalanya para siswa diajarkan bagaimana para siswa bisa saling menghargai antar anggota paskibra.
Disini juga dipupuk rasa kekeluargaan, sehingga diharapkan nantinya rasa egoisme dan chauvinisme bisa hilang.

  •  Lambang Paskibra

Lambang dari organisasi paskibra adalah bunga teratai

– tiga helai daun yang tumbuh ke atas: artinya paskibra harus belajar,  bekerja, dan berbakti

– tiga helai daun yang tumbuh mendatar/samping: artinya seorang pakibra harus aktif, disiplin, dan bergembira

  • Sejarah Paskibra

Gagasan Paskibraka lahir pada tahun 1946, pada saat ibukota Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta. Memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-1, Presiden Soekarno memerintahkan salah satu ajudannya, Mayor (Laut) Husein Mutahar, untuk menyiapkan pengibaran bendera pusaka di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta. Pada saat itulah, di benak Mutahar terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air, karena mereka adalah generasi penerus perjuangan bangsa.

Tetapi, karena gagasan itu tidak mungkin terlaksana, maka Mutahar hanya bisa menghadirkan lima orang pemuda (3 putra dan 2 putri) yang berasal dari berbagai daerah dan kebertulan sedang berada di Yogyakarta. Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Sejak itu, sampai tahun 1949, pengibaran bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan cara yang sama.

Ketika Ibukota dikembalikan ke Jakarta pada tahun 1950, Mutahar tidak lagi menangani pengibaran bendera pusaka. Pengibaran bendera pusaka pada setiap 17 Agustus di Istana Merdeka dilaksanakan oleh Rumah Tangga Kepresidenan sampai tahun 1966. Selama periode itu, para pengibar bendera diambil dari para pelajar dan mahasiswa yang ada di Jakarta.

Tahun 1967, Husein Mutahar dipanggil presiden saat itu, Soekarno, untuk menangani lagi masalah pengibaran bendera pusaka. Dengan ide dasar dari pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, beliau kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok yang dinamai sesuai jumlah anggotanya, yaitu:

  • Kelompok 17 / pengiring (pemandu),
  • Kelompok 8 / pembawa (inti),
  • Kelompok 45 / pengawal.

Jumlah tersebut merupakan simbol dari tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 (17-8-45). Pada waktu itu dengan situasi kondisi yang ada, Mutahar hanya melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan menjadi anggota Pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera pusaka. Rencana semula, untuk kelompok 45 (pengawal) akan terdiri dari para mahasiswa AKABRI (Generasi Muda ABRI) namun tidak dapat dilaksanakan. Usul lain menggunakan anggota pasukan khusus ABRI (seperti RPKAD, PGT, marinir, dan Brimob) juga tidak mudah. Akhirnya diambil dari Pasukan Pengawal Presiden (PASWALPRES) yang mudah dihubungi karena mereka bertugas di Istana Negara Jakarta.

Mulai tanggal 17 Agustus 1968, petugas pengibar bendera pusaka adalah para pemuda utusan provinsi. Tetapi karena belum seluruh provinsi mengirimkan utusan sehingga masih harus ditambah oleh ex-anggota pasukan tahun 1967.

Pada tanggal 5 Agustus 1969, di Istana Negara Jakarta berlangsung upacara penyerahan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan reproduksi Naskah Proklamasi oleh Suharto kepada Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia. Bendera duplikat (yang terdiri dari 6 carik kain) mulai dikibarkan menggantikan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1969 di Istana Merdeka Jakarta, sedangkan Bendera Pusaka bertugas mengantar dan menjemput bendera duplikat yang dikibar/diturunkan. Mulai tahun 1969 itu, anggota pengibar bendera pusaka adalah para remaja siswa SLTA se-tanah air Indonesia yang merupakan utusan dari seluruh provinsi di Indonesia, dan tiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja.

Istilah yang digunakan dari tahun 1967 sampai tahun 1972 masih “Pasukan Pengerek Bendera Pusaka”. Baru pada tahun 1973, Idik Sulaeman melontarkan suatu nama untuk Pengibar Bendera Pusaka dengan sebutan PASKIBRAKA. PAS berasal dari PASukan, KIB berasal dari KIBar mengandung pengertian pengibar, RA berarti bendeRA dan KA berarti PusaKA. Mulai saat itu, anggota pengibar bendera pusaka disebut Paskibraka.

4. Struktur Organisasi Paskibra

Pembina Umum = Ekowati S.Pd M.P

            Tugas dan Tanggung Jawab :

1. Pelindung bertanggung jawab atas semua pelaksanaan kegiatan Paskibra. Pelindung dalam hal ini adalah Kepala Sekolah SMAN 12 BEKASI.

Pembina = Ade Syaeful Bahri

            Tugas dan Tanggung Jawab :

1. Pembina Paskibra bertugas untuk membimbing, mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan Paskibra. Pembina Paskibra dipilih oleh Kepala Sekolah yang diambil dari pihak Bapak/Ibu Guru.

Pelatih = Muhammad Soleh

            Tugas dan Tanggung Jawab :

1. Melatih anggota ekstrakurikuler Paskibra SMAN 12 Bekasi

Ketua Paskibra = Yolanda

            Tugas dan Tanggung Jawab :

1.   Mengkoordinasi semua kegiatan Paskibra SMAN 12 BEKASI

2.   Bersama Wakil Komandan menetapkan kebijakan Untuk Mengembangkan Organisasi Paskibra SMAN 12 BEKASI

Wakil Ketua Paskibra = Ayum Dianingsih

            Tugas dan Tanggung Jawab :

1.   Membantu Komandan dalam melaksanakan tugasnya.

2.   Mengkoordinasi semua sie bid (I,II,III),Bendahara,Sekretaris dan Anggota.

3.   Bertanggung jawab kepada Komandan/ Ketua Paskibra.

Bendahara  = Arizky Pujianingtias

            Tugas dan Tanggung Jawab :

1.   Mengkoordinasi semua pemasukan / pengeluaran keuangan.

2.   Bertanggung jawab kepada Wakil Ketua Paskibra.

Sekretaris = Jessica Budianto

            Tugas dan Tanggung Jawab :

1.   Mengkoordinasi semua surat serta Arsip.

2.   Bertanggung jawab kepada Wakil Ketua Paskibra.

Sie Humas  = Dzulia Sarah, Prengki Hidayat, Yasep Ariana

            Tugas dan Tanggung Jawab :

1.   Mengkoordinasi semua informasi Paskibra.

2.   Berhubungan langsung dengan Masyarakat.

3.   Bertanggung jawab kepada Wakil Ketua Paskibra.

Berikut beberapa foto Anak – Anak Yang Tergabung Dalam Ekstrakurikuler PASKIBRA SMAN 12 BEKASI

Good Luck Buat Ekstrakuriler Nya

Semoga Makin Maju

dan

Makin Banyak Prestasi Yang Didapat

 Untuk Membuat Bangga SMAN 12 Bekasi


Comments
  1. halimah tusadiya says:

    Eskul paskibranya udah ngeraih prestasi apa aja pak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s